District 9 (2009)

You are not welcome here!
Kalimat tersebut bisa menggambarkan cerita film District 9. Film yang pada paruh pertama di-shoot dengan gaya semi dokumenter menceritakan tentang sebuah pesawat induk alien yang melayang di atas kota Johannesburg (Joburg) 20 tahun yang lalu. Kenapa alien memilih Joburg daripada New York atau London tidak dijelaskan alasannya (mungkin menurut mereka NY udah overpopulated) .

Yang pasti pesawat induk alien tersebut melayang di atas kota Joburg selama 3 bulan tanpa melakukan hal apapun. Tidak ada UFO-UFO kecil yang keluar dari pesawat induk. Tidak ada sinar tembakan laser menghancurkan gedung-gedung di Joburg. Tidak ada penculikan manusia oleh alien.

Karena penasaran manusia berinisiatif untuk ‘mengunjungi’ pesawat alien tersebut. Menggunakan helikopter dan berbekal alat las, manusia mendobrak masuk. Ternyata mereka menemukan sekumpulan alien yang masih hidup dalam keadaan menyedihkan. Kondisi mereka lemas tak berdaya dan nampak kekurangan makan.

Manusia memindahkan para alien tersebut ke sebuah tempat penampungan di tengah kota Joburg yang disebut District 9. Setelah 20 tahun District 9 menjadi tempat penampung alien yang kumuh, kotor, lengkap dengan gubug-gubug seng tempat tinggal para alien.

Cerita berpindah ke Wikus van der Merwe (Sharlto Copley). Dia adalah pegawai di Multi-National United (MNU). MNU mengurus alien yang berada di Joburg. Saat ini MNU berniat untuk merelokasi District 9 ke lahan yang baru. Tugas Wikus mendatangi setiap gubug tempat prawns (begitulah alien-alien tersebut dipanggil), agar mereka menandatangani surat persetujuan untuk direlokasi .

Ditemani oleh tim pasukan bersenjata, Wikus masuk ke dalam area District 9. Proses masuknya Wikus dan tim lebih mirip operasi penggerebekan gembong obat bius daripada sebuah operasi sosial relokasi. Ternyata memang tidak mudah untuk meyakinkan prawns. Ada yang tidak mau membukakan pintu gubug yang didatangi Wikus sampai ada yang terang-terangan melawan dan sempat melukai tangan kiri Wikus. Di sebuah gubug yang digeledah Wikus menemukan sebuah tabung silinder perak yang ketika dibuka, menyemprotkan semacam cairan berwarna hitam. Tabung itu disita Wikus untuk diteliti di markas MNU.

Inilah awal dari malapetaka yang dialami Wikus. Setelah sempat jatuh pingsan di rumah, ia dibawa ke rumah sakit. Saat sadar dia baru mengetahui bahwa tangan kirinya mulai bermutasi menjadi tangan prawns. Tentu saja hal ini membuat Wikus dan dokter di rumah sakit tersebut panik. Dokter segera memanggil petugas MNU untuk mengisolasi Wikus. Kasus yang menimpa Wikus sangat menarik perhatian MNU. Mereka menjadikan Wikus sebagai bahan eksperimen. Mulai dari eksperimen terhadap rasa sakit sampai tes penggunaan senjata prawns. Sungguh ajaib, tangan kiri Wikus bisa memicu senjata prawns, hal yang sebelumnya tidak dapat dilakukan oleh manusia.

Namun Wikus berontak ketika MNU mengikatnya di atas meja operasi dan berniat untuk mengotopsinya. Ketika dadanya akan disayat oleh pisau bedah, dia loncat dari meja operasi sambil melempar orang-orang di sekitarnya. Kemudian dia lari menghambur keluar dari gedung MNU menuju satu-satunya tempat yang menurutnya paling aman, District 9.

Bagaimanakah nasib Wikus? Apa yang akan terjadi pada dirinya? Apakah dia akan berubah menjadi prawn? Apakah dia akan ditangkap kembali oleh MNU?

Yang jelas District 9 berhasil membumikan alien dalam arti alien di sini kelihatan real dan mereka semua tinggal di gubug seng. 😀
Produsernya Peter Jackson, namun dia tidak menyeret-nyeret kebesaran trilogi LOTR di film ini. Peter menjalankan tugasnya sebagai produser di film ini dengan sangat baik. Penulis sekaligus sutradaranya Neill Blomkamp, kelahiran Johannesburg, baru berusia 29 tahun(!) biasa menyutradarai vidklip, iklan dan film pendek. Para aktor yang kualitas aktingnya keren juga bukan nama-nama terkenal di Hollywood. District 9 sangat tidak direkomendasikan untuk anak-anak karena banyak adegan kekerasan.

In short District 9 is one of the best 2009 films.

Advertisements

One response to “District 9 (2009)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s