Hari untuk Amanda (2009)

 

 

if I could be who you wanted, all the time… all the time…

“Fake Plastic Trees” Radiohead

Amanda (Fanny Fabriana), seorang perempuan pekerja kantoran berusia 26 tahun, sedang sibuk menyiapkan undangan pernikahan yang akan dilaksanakan 10 hari lagi.

Tiba di rumah, ia masih disibukkan dengan rapat keluarga membahas detail pernikahannya. Anggota keluarga yang seharusnya memberikan dukungan penuh malah membuat kepalanya pusing dengan meributkan soal kado berupa angpau sampai urusan tantenya yang dalam proses perceraian.

Esok hari pusingnya tak reda ketika calon suaminya, Doddy (Reza Rahadian) membatalkan janji untuk mengantarkan undangan karena mendapat tugas mendadak ke Bandung.

Kesabarannya makin diuji ketika di teras rumah ia menemukan sebuah kotak yang berisi barang-barang kenangan dengan mantan pacarnya, Hari (Oka Antara).

Diliputi amarah, takut dan bingung, ia memberanikan diri datang ke rumah Hari untuk mengembalikan kotak tersebut. Di sana ia menyatakan ketidaksenangannya terhadap sikap Hari yang selama ini selalu menerornya lewat missed calls, SMS, dan puncaknya lewat kotak tersebut. Hari justru menanggapi semuanya dengan santai.

Hal ini membuat Amanda makin naik darah menuntut Hari untuk mengerti bahwa ia akan menikah 10 hari lagi. Agar Hari mengerti betapa pentingnya pernikahan ini bagi dirinya, Amanda meminta Hari untuk menemaninya mengantarkan undangan yang seharusnya ia antarkan bersama Doddy.

Selama perjalanan mengantarkan undangan yang memakan waktu seharian inilah, Amanda dan Hari mengalami salah paham, pertengkaran, nostalgia sampai akhirnya pada suatu titik mereka mempertanyakan kembali alasan mereka dulu putus.

Di ujung hari, pada siapakah Amanda akan memilih?

But you said your vows, and you closed the door on so many men who would have loved you more

Cath…” Death Cab for Cutie

Hari untuk Amanda merupakan karya Angga Dwimas Sasongko yang sebelumnya pernah menyutradarai Jelangkung 3 (2007) dan telah dikenal sebagai sutradara video klip, antara lain Maliq and D’ Essentials, Be3, dan Sandhy Sondoro.

Film ini, yang skenarionya ditulis oleh Salman Aristo dan Ginatri S. Noer, memotret kegelisahan yang dialami sebagian perempuan usia 20-an yang dihadapkan terhadap pilihan-pilihan ketika ingin menikah. Jalan ceritanya sangat mengalir lewat penokohan semua karakter yang diatur dengan pas dan tidak berlebihan. Yang menarik juga adalah pemilihan tone color film ini yang cenderung vintage sephia yang berimbas pada nuansa hangat dengan penonton. Mungkin juga ingin menunjukkan film ini enak ditonton sampai kapanpun, bukan sekedar film yang mengikuti tren saat ini. Pemilihan soundtracks diseleksi dengan cermat untuk menggambarkan mood karakter dan adegan.

Oya, jangan tertipu oleh tampilan poster yang sangat tidak menarik ala sinetron televisi yang dipasang di seluruh jaringan bioskop. Percayalah filmnya jauh lebih bagus daripada posternya. ^_^

Poster versi jaringan bioskop

“So Right” by Music for Sale

Trailer Hari untuk Amanda

Advertisements

2 responses to “Hari untuk Amanda (2009)

  1. ‘Is it really what you want, or is it what you need that matters the most?’

    yeah, Hari Untuk Amanda adalah film yg berhasil ‘ngacak2’ emosi gw setelah 500 Days of Summer…

    *ngeri ga sih, dua2nya ada unsur ‘hari’ dan nama lead woman-nya..kebetulan yg MENGERIKAN!!! waspadalah, waspadalah xD

    jangan lupa cari soundtracknya juga,..
    buat didengerin sambil nangis darah di tengah malam ;p
    heheheheheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s