Rumah Dara (2009)

Running
On our way
Hiding
You will pay
Dying
One thousand deaths
Runnin
On our way
Hiding
You will pay
Dying
One thousand deaths
Searching
Seek and Destroy!

“Seek & Destroy” Metallica

Darah, darah, dan darah menggenang di sepanjang film ini. Rumah Dara yang disutradarai oleh Mo Brothers masuk ke ranah thriller horror slasher atau menurut istilah pembuatnya action survival horror. Seperti film genre slasher lainnya, ‘komoditas’ utama Rumah Dara adalah DARAH. Dari judulnya saja sudah terbaca, Rumah Dara(h).

Plotnya sederhana, di suatu malam yang diiringi hujan deras, mobil yang ditumpangi 6 sekawan, Adjie (Ario Bayu) beserta istrinya yang hamil tua, Astrid (Sigi Wimala), Ladya (Julie Estelle) adik Adjie, lalu teman-teman mereka, Jimi (Daniel Mananta), Alam (Mike Lucock), dan Eko (Dendy Subangil), dihadang oleh seorang perempuan berbaju merah. Maya (Imelda Therinne), perempuan tersebut, mengaku bahwa ia baru saja dirampok. Atas dasar kemanusiaan (dan gejolak libido Eko >:D ), mereka mengantar pulang Maya ke rumahnya.

Rumah Maya ternyata terletak di tengah hutan yang jauh dari permukiman penduduk. Memasuki rumah tua peninggalan jaman Belanda yang bernuansa singup (apa padanan bahasa Indonesianya?) yang dindingnya penuh dihiasi kepala-kepala rusa yang dikeringkan, foto-foto tua berpigura, serta aneka macam senjata tradisional, mereka diperkenalkan pada sosok Dara (Shareefa Daanish), seorang perempuan berwajah dingin dengan intonasi berbicara yang kaku, yang mengaku sebagai ibunya Maya. Selanjutnya ada Adam (Arifin Putra) kakak Maya yang selalu berkemeja lengan panjang putih rapi layaknya seorang pekerja kantoran. Terakhir ada Armand (Ruli Lubis) si sulung(?) dari 3 kakak beradik di rumah itu.

Dara membujuk tamu-tamunya agar makan malam terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan. Menu makan malam disajikan secara lengkap ditemani dengan musik keroncong ngelangut (ah, ini juga tidak ada padanan bahasa Indonesianya yang pas) yang diperdengarkan melalui radio kuno berukuran sebesar televisi konde 14 inci. Di meja makan mereka disuguhi hidangan spesial hasil racikan Dara yang ternyata sangat lezat. Semakin sempurna ketika anggur merah membasahi tenggorokan. Terlambat untuk menyadari bahwa anggur merah tersebut mungkin telah dibubuhi substansi-substansi yang membuat mereka semua hilang kesadaran. Ketika mereka siuman film ini sebenarnya baru dimulai.

Adegan-adegan selanjutnya tidak perlu diperinci. Jeritan histeris, penyiksaan, sayatan, tusukan, muncratan darah, organ tubuh melayang, nyawa meregang, dan korban yang mulai berjatuhan mewarnai sepanjang film ini.

Siapakah yang akan bertahan sampai akhir?

PERINGATAN: TULISAN DI BAWAH MUNGKIN BERISI SPOILER

Rumah Dara digarap Mo Brothers dengan semangat slasher yang menggebu-gebu. Sampai-sampai mereka sedikit melupakan script karena terlalu asyik “mandi darah” ^_^ . Sampai akhir film tidak ada penjelasan gamblang apakah penghuni rumah Dara ini adalah manusia immortal seperti Highlander atau vampire haus darah? Apakah mereka memerlukan darah segar untuk bertahan hidup dan obat awet muda? Apakah persyaratan di atas harus dipenuhi oleh sesosok bayi merah yang baru saja lahir? Lalu ada juga penampakan semacam logo misterius dan rekaman film. Apakah mereka merupakan subyek sebuah eksperimen terlarang? Tidak ada penjelasan yang tegas. Pokoknya bantai dan cincang habis semua korban yang masuk dalam perangkap mereka.

Di sisi lain Rumah Dara menjanjikan ketegangan dan jeritan penonton. Ada beberapa adegan yang memorable, walaupun mungkin tidak seluruhnya original. Gergaji listrik yang muncul di sini merupakan trademark Ash dari Evil Dead garapan Sam Raimi. Tapi kemiripan ini tidak sampai mengganggu. Nuansa Rumah Dara sedikit banyak mengingatkan pada Pintu Terlarang (2008) racikan Joko Anwar yang bukan kebetulan juga bergenre horror thriller.

Kualitas akting pemainnya memperoleh tanggapan beragam. Julie Estelle berhasil memerankan a gorgeous femme fatale. Arifin Putra menjelma menjadi seorang pembunuh berdarah dingin yang merupakan hasil percumbuan terlarang antara Jason Voorhees dengan The Terminator. Dia pasti membuat bangga orangtuanya. He’s really badass in this movie!! Ario Bayu nampak kurang maksimal. Jeritan Sigi Wimala cukup meyakinkan sebagai seorang perempuan hamil yang sedang terancam nyawanya. Akting Daniel Mananta sepertinya kurang lepas. Shareefa Daanish yang memerankan Dara terlihat aneh dengan gaya bicaranya yang mirip dengan suara internal komputer PC berprosesor Intel 486 memori 8MB (are you a robot?). Kaku dan tidak menimbulkan efek ngeri. Justru terdengar menggelikan.

Oya satu lagi, ada cameo dari Aming yang tidak penting sama sekali. Mungkin Aming lagi butuh uang cash saat itu (just kidding!!). Pemunculannya tidak memiliki makna. Digunting LSF pun tidak akan mempengaruhi jalan cerita. Namun jika mencari pembenaran kemunculan Aming mungkin penting untuk memuaskan nafsu membunuh Dara. Walaupun matinya mirip seperti kematian seekor kecoa.

Ya sudah, nikmati saja pembantaian di film ini. Rumah Dara sangat menyenangkan (errr… maksudnya menegangkan) untuk ditonton. Saya ucapkan hati-hati. Semoga Anda semua bisa bertahan sampai akhir film >:D .

Trailer Rumah Dara

Advertisements

7 responses to “Rumah Dara (2009)

  1. ARIFIN PUTRAAAAAAAAAAAAAA…..BADASS!!!!! x)

    *spoiler alert*
    the one when he got up after got burned was awesome!!! kudos mo brothers!

    o yeah, concerning the baby, gw malah mikir tu bayi bukan buat dimakan, tapi buat diasuh utk jadi the next killing machine, hweheehhe

  2. Sumpah dechh,, ‘RUMAH DARA’ seru abiissssssss..
    Ada bagian mutilasi gitu,, whuoooo.. I LIKE THAT,,
    Apa lagi di situ Shareefa Daanish cakep bngt!
    Kereeennn,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s