The Wolfman (2010)

I don’t believe in painted roses
Or bleeding hearts
While bullets rape the night of the merciful
I’ll see you again
When the stars fall from the sky
And the moon has turned red
Over One Tree Hill

“One Tree Hill” U2

Apa yang Anda harapkan dari sebuah film remake? Plot yang mengundang rasa ingin tahu? Akting kelas satu? Special effects yang menggugah?

Sayangnya The Wolfman tidak berhasil menyajikan hal-hal di atas. Okelah dari sisi special effects patut diberi kredit lewat suara-suara yang mampu mengagetkan penonton. Untuk make-up artist, Rick Baker sang maestro, turun tangan untuk mengubah Benicio Del Toro menjadi werewolf. Hasil karyanya memang mengagumkan. Much way better than CGI effects. Kudos for him!

Namun dari sisi cerita rasanya tidak ada yang baru. Terlalu mudah ditebak. Plotnya kurang lebih seperti ini, Lawrence Talbot (Benicio Del Toro) harus pulang ke Blackmoor, desa kelahirannya yang terletak di pedalaman Inggris, setelah menerima surat yang ditulis oleh Gwen Conliffe (Emily Blunt), yang berisi bahwa adiknya, Ben Talbott (Simon Merrells), yang notabene adalah tunangan Gwen,  telah meninggal dunia.

Di rumah ia bertemu kembali dengan sang ayah, Sir John Talbott (Anthony Hopkins) yang memanggilnya sebagai “prodigal son“.  Lawrence sangat penasaran dengan penyebab kematian Ben. Rumor yang beredar mengatakan ia dibunuh semacam binatang atau monster yang besar ukurannya. Di rumah pemakaman Lawrence melihat dengan mata kepala sendiri jasad Ben terbujur dalam kondisi mengenaskan.

Lawrence bertekad untuk menyelidiki kematian sang adik. Malam hari dia mendatangi satu perkampungan gypsy untuk mencari informasi mengenai kematian adiknya. Tak dinyana seekor makhluk buas datang mengobrak-abrik perkampungan tersebut dan membunuh beberapa warga gypsy.

Lawrence yang siap dengan senapan berusaha mengejar makhluk yang rupanya adalah werewolf tersebut sampai ke dalam hutan. Di kegelapan kabut hutan, Lawrence diterkam oleh werewolf dan digigit pada bagian lehernya. Beruntung nyawanya berhasil diselamatkan orang-orang gypsy. Seorang dukun gypsy mengatakan bahwa takdir Lawrence bisa diselamatkan oleh orang yang benar-benar mencintainya.

Menurut kepercayaan, barang siapa yang telah digigit werewolf maka ia lambat laun akan berubah juga menjadi werewolf. Hal ini membuat khawatir keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

Ini berakibat dirinya dikejar-kejar Abberline (Hugo Weaving), seorang inspektur polisi dari Scotland Yard. Apakah Lawrence akan ditangkap oleh Abberline? Atau ia akan berkeliaran bebas sebagai werewolf mencari mangsa?

The Wolfman lemah dari segi cerita yang gampang ditebak dan memang tidak ada mengandung unsur twist ending. Akting para pemainnya juga tidak ada yang istimewa. Del Toro yang seharusnya bisa menunjukkan kualitas aktingnya, tampil biasa-biasa saja. Begitu pula Hopkins. Tidak ada letupan-letupan akting. Yang paling parah penampilan Emily Blunt yang gampang terlupakan. Rasanya perannya sebagai Gwen bisa digantikan oleh aktris Inggris lainnya tanpa mengganggu isi cerita. Nilai lebih dari The Wolfman adalah make up karya Rick Baker dan sound-nya yang mampu membuat kaget penonton bioskop.

Lewatkan saja The Wolfman. Save your money! The Wolfman hanya sekadar memuaskan hasrat Benicio Del Toro untuk menunjukkan kecintaannya pada film The Wolf Man (1941) yang asli.

Advertisements

2 responses to “The Wolfman (2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s