The Imaginarium of Doctor Parnassus (2009)

We only come out at night, the days are much too bright
And once again, you’ll pretend to know me well, my friends
And once again, I’ll pretend to know the way
Thru the empty space
Thru the secret places of the heart
We only come out at night, the days are mush too bright
We only come out at night
I walk alone, I walk alone to find the way home
I’m on my own, I’m on my own to see the ways
That I can’t help the days, you will make it home o.k.
I know you can, and you can
We only come out at night, the days are much too bright
We only come out at night
And once again, you’ll pretend to know that
There’s an end, that there’s an end to this begin
It will help you sleep at night
It will make it seem that right is always right
Alright?
We only come out at night

“We Only Come Out at Night”, The Smashing Pumpkins

The Imaginarium of Doctor Parnassus (2009) berkisah tentang petualangan yang dituturkan lewat sosok Doctor Parnassus (Christopher Plummer). Petualangan kehidupan tanpa akhir yang menjerumuskannya ke dalam dunia yang panjang tak berujung. Ini akibat perjanjian yang ia buat berabad-abad yang lalu dengan  Mr. Nick (Tom Waits), iblis yang berwujud manusia. Dalam perjanjiannya Mr.Nick memberi Parnassus umur panjang dengan syarat Parnassus harus memberikan anak gadis atau laki-lakinya setiap menginjak umur 16 tahun.

Dalam pengembaraannya kali ini, ia ditemani oleh Percy (Verne Troyer), Anton (Andrew Garfield), dan putrinya, Valentina (Lily Cole). Mereka menggelar ‘sirkus’ keliling dengan nama The Imaginarium of Doctor Parnassus (tentu saja) yang menyambangi berbagai kota di Inggris.

Mereka menawarkan kepada para penonton sebuah pengalaman transendental tiada tara yang belum pernah dialami sebelumnya. Dengan membayar tiket penonton boleh masuk melewati sebuah cermin ajaib yang menembus sebuah dunia imajinasi. Dunia yang dimasuki tiap penonton akan berbeda-beda sesuai dengan preferensi masing-masing penonton. Misalnya seorang ibu yang berdandan mewah dan nampak sebagai shopaholic akan menemukan dunia yang penuh dengan sepatu high heels berukuran raksasa, handbags berwarna-warni, serta kalung mutiara beraneka ragam.

Petaka datang ketika Mr.Nick datang untuk mengklaim haknya atas Valentina, yang 2 hari lagi berusia 16 tahun. Dr. Parnassus tentu saja tidak rela anak semata wayangnya diambil. Mr.Nick, si iblis yang super duper licik ini mengambil kesempatan dengan mengajukan sebuah taruhan baru.

Taruhan ini berbunyi barang siapa yang sanggup memikat 5 jiwa manusia lebih dahulu dalam waktu 2 hari maka ia akan mendapatkan Valentina sebagai hadiahnya. Masalah semakin rumit dengan munculnya sesosok manusia yang hampir mati ketika gantung diri di sebuah jembatan. Orang yang bernama Tony (Heath Ledger) akhirnya ikut rombongan sirkus Dr. Parnassus. Si Tony ini ternyata menjadi kunci penentu dalam kisah ini.

Sekarang Dr.Parnassus harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan nyawa putrinya.

Terry Gilliam, sang sutradara, sudah dikenal lewat karya-karyanya yang beraliran fantasi, petualangan, dan absurd. Filmografinya antara lain The Brothers Grimm (2005), Fear and Loathing in Las Vegas (1998), Twelve Monkeys (1995), dan yang paling fenomenal (sekaligus membingungkan), Brazil (1985).

Menonton film garapannya butuh pikiran yang terbuka. Buka semua sel otak kita. Itupun terkadang belum cukup. Seringkali ada pesan Gilliam yang luput dari perhatian atau lebih tepatnya tidak sampai di nalar penonton. Tidak apa, selama kita masih menikmati itu sudah cukup. Selebihnya silakan ditafsirkan sendiri.

Harus diakui TIDP sangat memanjakan penikmat film dari sisi visual. Warna-warni indah dan berbagai macam bentuk benda berkelebatan di sini. Hal ini diperkuat dengan diperolehnya 2 nominasi Academy Awards 2010 untuk kategori Best Achievement in Art Direction dan Best Achievement in Costume Design. Istilah saya film ini a feast for the eyes! 😀

Hal lain yang patut dicatat penggarapan film ini sempat terhenti ketika Heath Ledger tewas. Sehingga untuk mengakalinya, Gilliam merekrut 3 aktor terkenal untuk ‘menambal’ kekosongan peran yang dimainkan Ledger. Mereka adalah Johnny Depp, Jude Law, dan Colin Farrell. Hasilnya ternyata sangat memuaskan. Tidak terlihat tambalan. Justru malah memperkaya cerita film ini yang sarat akan imajinasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s