Toy Story 3 (2010)

Let the fun begins!!

Tahun 1995. Toy Story pertama kali diputar di bioskop. Dengan sangat antusias, saya mendatangi bioskop Empire 21 (sekarang Empire XXI) di Jogja, untuk menyambut film animasi panjang pertama yang diproduksi lewat grafik komputer (bukan animasi tradisional dengan gambar tangan).

Di parkiran bioskop saya berpapasan dengan teman yang bertanya film apa yang akan ditonton. Ketika saya jawab, “Toy Story!”, ia tertawa dan berseloroh, “Itu kan pelem kartun buat anak-anak…”.

Saya hanya tersenyum. Saya tidak peduli. Ia belum mengerti kekuatan film animasi. Mungkin sekarang pun masih akan ada yang berkomentar seperti itu. Langkah saya tetap mantap untuk menonton Toy Story.

Dan saya bahagia menjadi saksi lahirnya Toy Story. Disusul Toy Story 2 (1999). Menjadi saksi munculnya Woody, Buzz, dan teman-temannya sebagai mainan milik si bocah cilik Andy. Melihat pertemanan mereka yang berubah menjadi persahabatan. Menyaksikan suka duka dan perjuangan mereka sebagai mainan.

Tahun 2010. Toy Story 3. Selang 15 tahun setelah film yang pertama.  Andy telah berumur 17 tahun dan segera masuk kuliah. Para mainan khawatir akan dibuang oleh Andy. Mereka berjuang agar tetap bisa tinggal di rumah Andy. Hmm.. cerita seterusnya paling pas kalau ditonton langsung di bioskop. 🙂

Tentu saja, di Toy Story 3 ini banyak bermunculan mainan-mainan baru. Favorit saya adalah cameo Totoro, maskot dari Studio Ghibli, sebuah perusahan animasi dari Jepang.

Semua mainan ini telah menjelma menjadi manusia. Lebih manusia daripada manusia itu sendiri. Mereka bisa mewakili semua sifat yang dimiliki manusia. Punya perasaan gembira, sedih, dengki, setia kawan, semangat hidup, bahkan cinta.

Inilah hebatnya Disney-Pixar. Animasi bukan sekedar film kartun. Mainan juga bukan sekedar benda mati tak bernyawa. Di tangan Disney-Pixar, Toy Story 3 mampu mengaduk emosi penonton dari mulai tersenyum, tertawa, berteriak, bahkan menangis. Pujian patut dialamatkan pada Lee Unkrich yang melanjutkan posisi John Lasseter (Toy Story 1 dan 2)  di kursi sutradara.

Secara keseluruhan Toy Story masih merupakan franchise film animasi yang paling sukses sampai saat ini. Dari segi cerita, karakter, kualitas gambar, dan penerimaan penonton. Satu lagi film favorit untuk 2010.

So, mari bergabung sebagai bagian dari sejarah animasi. Tonton Toy Story 3!! You’ll not be sorry… 😀

TRIVIA:

  1. Ini film Pixar yang dirilis pertama kali dalam format IMAX.
  2. Logo A113 yang muncul di hampir semua film Pixar, juga ada di sini sebagai plat nomor kendaraan milik ibu Andy.
  3. Pengisi suara Ken adalah Michael Keaton, Batman-nya Tim Burton.
Advertisements

2 responses to “Toy Story 3 (2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s