The Expendables (2010)

Saya datang ke bioskop dengan harapan meningkatkan hormon testosteron. Gimana ga? Kan mau ketemu sama dewa-dewa film action yang akan menyuguhkan aksi penuh ketegangan (errrr… setelah dibaca lagi kata ‘testosteron’ dan ‘ketegangan’ kok memberikan impresi yang aneh… 😀 ).

Sylvester Stallone, Jason Statham, Jet Li , Terry Crews, Randy Couture, Dolph Lundgren menjadi gerombolan tentara bayaran yang siap melaksanakan misi untuk siapapun yang membutuhkan jasa mereka. Suatu ketika, berdasarkan informasi dari Tool (Mickey Rourke), mereka mendapatkan misi menggulingkan Jendral Garza (David Zayas), seorang penguasa diktator negara Vilena.

Barney Ross (Stallone) harus menemui Mr. Church (Bruce Willis) untuk briefing mengenai job tersebut. Di sini ia sempat bertemu Trench (Arnold Schwarzenegger), seorang tentara bayaran juga, yang menolak pekerjaan tersebut karena menganggapnya terlalu riskan.

Di Vilena, Barney dan Lee Christmas (Statham) bertemu dengan kontak mereka, Sandra (Giselle Itie), anggota pejuang gerilyawan yang memiliki sebuah rahasia. Kedatangan mereka ternyata disambut ‘hangat’ oleh tentara Garza. Akibatnya mereka harus melarikan diri dari Vilena secepatnya. Sandra, dengan segala alasan, menolak untuk ikut. Di sana mereka juga bertemu musuh yang sebenarnya, James Munroe (Eric Roberts) dan tukang pukulnya, Paine (Steve Austin).

Barney yang sudah kembali di Amerika sering terbayang-bayang wajah cantik Sandra (preettt….). Atas nama cinta dan keadilan (prett lagi.…), Barney memutuskan untuk kembali ke Vilena. Seluruh anggota timnya, walaupun tidak dibayar,  ikut di belakangnya atas nama setia kawan (ayo semuanya bilang preettttt!!!).

Blablabla..… blablabla….. tim The Expendables berhasil mengalahkan seluruh musuh dan Barney bisa memenangkan hati Sandra, sang pujaan hati. Ooohh pleaseeeee….. but it’s really not a surprising plot, isn’t it?

The Expendables film yang menonjolkan maskulinisme Amerika. Sangat mewakili semangat Amerika. Sekumpulan lelaki macho berotot lengkap dengan tato. Senapan, pistol, dan peluru yang berhamburan. Ledakan di sana sini. Adegan sadis penuh darah. Belati mengkilat segede gaban (maap,ban…). Balas dendam. Perempuan berbodi seksi hasil operasi plastik. Omong kosong soal moral. Musik rock era ‘70-an (ada Thin Lizzy & CCR). Motor besar dan mobil hotrod dengan knalpot gahar.

Semuanya ini sah-sah saja. Jika plotnya oke. Lha ini cerita kedodoran, dialognya kosong, humornya juga garing. Adegan Tool yang berceramah tentang seorang gadis yang bunuh diri terjun dari sebuah jembatan, sama sekali ga menyentuh. Trus, dialog-dialog Yin Yang (Jet Li) mengenai kesulitan finansial yang dialaminya juga terkesan tempelan dan ga penting. Film ini gampang sekali dilupakan. Mungkin judulnya diganti saja jadi The Forgettables.

Jadi…

Saya keluar bioskop dengan loyo. Saya tidak merasakan suntikan hormon testosteron yang saya harapkan. Ternyata (sebagian dari) mereka memang sudah menua. Atau sebaiknya mereka kembali main film sendiri-sendiri saja. Kalau mau reuni, janjian aja ketemuan di bar terdekat. Ga usah ngabisin duit sampe US$80 juta. Yah, sudahlah…  yang penting saya doakan mereka semua sehat dan panjang umur.

Saran kecil untuk Om Stallone: kalo masih nekat mau bikin sekuel film ini, rekrutlah Luc Besson sebagai penulis skrip. Terima kasih.

Advertisements

2 responses to “The Expendables (2010)

  1. Hm, anda benar ~__~
    Tak ada istiemewanya disini !!
    Adegannya bisa dibilang sudah biasa [saya dah kebal]
    Untungnya ga jadi nonton di bioskop, nonton di DVD aja udah bikin menguap beberapa kali dan beberapa kali pula menahan godaan untuk tidak me’stop” film ini dan ditingal tidur 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s