Dilema Film Hit

Film franchise populer selalu menimbulkan dilema. Apalagi jika film ini merupakan adaptasi dari serial buku yang telah terjual jutaan kopi dan telah membentuk penggemar fanatik. Dilemanya film seperti ini akan mengundang calon penonton yang memang sudah hapal mati isi buku dan calon penonton yang hanya terbawa arus hype.

Mana yang lebih parah? Sama saja. Jenis pertama di dalam bioskop akan sibuk berdiskusi mengenai jalan cerita dengan teman-temannya sehingga mengubah nonton bioskop menjadi acara bedah buku. Atau mereka akan men-spoiler adegan selanjutnya ke penonton sebelah yang belum terlalu akrab dengan ceritanya. Atau minimal mereka akan grundel sepanjang film untuk komplain kalo isi film jauh dari bayangan mereka.

Jenis penonton kedua akan memperlihatkan efek sebagai berikut: sibuk cekikikan ga jelas dengan teman se-gank-nya. Atau mereka sibuk menanyakan ini itu ke teman sebelahnya. “Itu siapa sih?” “Kok itu bisa begitu?” “ Nanti dia mati ga?” Efek lain mulai terlihat, mulut menguap tiada henti, jempol bermain lincah di BB, terima panggilan telepon dengan ringtone yang ga di-silent, sambil mata sesekali melirik jam tangan.

Dari sisi pengelola bioskop sih ga ada masalah. Yang penting tiket laku terjual. Sama sekali tidak menyalahkan. Justru sadar bahwa pihak pengelola tidak mungkin untuk mengontrol berbagai macam tingkah laku penonton di dalam bioskop.

Iya, betul. Ini sekarang yang sedang ‘menimpa’ film Harry Potter and the Deathly Hallows. Euphoria Harpot menimbulkan bencana buat yang memang niat nonton. Suatu kesalahan besar menonton Harpot di minggu pertama penayangannya. Terlalu banyak yang harus dikompromikan. Ada gerombolan penonton yang baru masuk setelah film dimulai 10 menit. Ada yang hobi nendang sandaran kursi di depannya. Banyak penonton bioskop yang belum paham etika menonton. Selamat datang di bioskop Indonesia!

Trus, saya termasuk jenis yang mana? Saya jenis yang ingin hidup tenang aman tentram damai selama menonton film di dalam bioskop. Begitulah. Terima kasih atas pengertiannya.

Advertisements

3 responses to “Dilema Film Hit

  1. Hehehehe,,,,,
    Begitulah penonton Indonesia 😀
    Minimal kalo nonton di bisokop gede kita bisa manggil petugas jaganya,,
    Tapi kalo bioskop kecil, ya pasrah aja deh,,,,,
    kalo berani tegur !! [kejadian pas saya nonton SALT] udah datang lelet, langsung ngerumpi pula, untungnya ada yg negur [bukan saya :D]

    Bang Admin, ukeran link ya 😀
    Dah kupasang tuh di blog saya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s