Incendies (2010)

“Death is not the end of story. It always starts a new beginning”


Sepasang saudara kembar, Jeanne dan Simon Marwan (Mélissa Désormeaux-Poulin dan Maxim Gaudette), memperoleh wasiat dari ibu mereka, Nawal (Lubna Azabal), yang baru saja meninggal. Wasiat dibacakan oleh notaris yang merangkap sebagai bos mendiang ibu mereka. Sang notaris, Jean Lebel (Rémy Girard), menyatakan bahwa Jeanne dan Simon memperoleh amanah untuk menyampaikan 2 pucuk surat tersegel yang masing-masing diperuntukkan kakak laki-laki dan ayah mereka. Hal ini membuat mereka bagaikan tersambar gledek di planet mars, karena selama ini yang mereka ketahui ayah mereka telah lama meninggal dan mereka tidak punya kakak laki-laki.

Simon bersikap reaktif dengan menganggap hal ini mengada-ada. Sebaliknya Jeanne sangat penasaran dan merasa harus mengemban amanah ibu mereka. Jeanne pergi ke Timur Tengah (Lebanon?) untuk mencari kakak laki-lakinya. Di sana ia menemukan banyak fakta baru mengenai ibunya. Bahwa sang ibu pernah terlibat dalam perang saudara antara Arab Kristen vs. Arab Muslim. Bahwa beliau pernah dipenjara 15 tahun. Dan semua fakta tersebut mengarah pada suatu konklusi yang sangat mengejutkan mengenai keberadaan sang ayah dan kakak laki-laki yang belum pernah dikenalnya selama ini.

Incendies disutradarai dan ditulis oleh Denis Villenueve merupakan wakil resmi Kanada dalam ajang Academy Awards 2011 untuk kategori Best Foreign Language. Sebelumnya film ini telah sukses meraih kategori Best Canadian Feature di Toronto International Film Festival 2010.

Film drama berdurasi 130 menit dengan alur maju-mundur ini memotret kehidupan sebuah keluarga Arab yang berimigrasi ke Kanada dan carut marut sejarah di Timur Tengah yang selalu dilanda perang. Film ini membuka mata kita bahwa konflik dengan saudara sendiri (dalam hal ini sesama bangsa Arab) sungguh menyakitkan dan menimbulkan keruwetan benang yang sulit diurai kembali.

Apapun alasan terjadinya sebuah peperangan, semuanya hanya meninggalkan penderitaan dan sengsara pada pelaku langsung dan tidak langsung di kedua belah pihak. Tidak ada manfaatnya sama sekali.  Incendies mampu menampilkan semua ini secara tragis dan perih.

Denis melukiskan Incendies sebagai drama yang merekam sejarah kelam di Timur Tengah lewat sudut pandang Nawal Marwan. Sudut-sudut gersang negara di Timur Tengah dan getirnya kehidupan di sana bisa sampai ke mata penonton yang menyaksikan film ini. Sembah sujud untuk Lubna Azabal yang memerankan Nawal secara meyakinkan sehingga penonton tersentuh dengan perjuangan hidupnya. Nawal adalah tipe perempuan tangguh mandiri yang tidak mau menggantungkan nasibnya kepada orang lain. Walaupun itu berarti ia harus hidup menderita. Lubna sangat layak memperoleh penghargaan untuk perannya di film ini.

Bravo JIFFest 2010 yang berhasil memboyong Incendies ke Jakarta!!

Highly Recommended.

Note:

  1. Incendies ditulis berdasarkan naskah drama karya Wajdi Mouawad
  2. Produksi film ini dilaksanakan di Yordania dan (tentunya) Kanada
  3. Adakah yang tahu judul lagu Radiohead yang muncul di film ini?

Advertisements

One response to “Incendies (2010)

  1. Lagu Radiohead itu judulnya “You and Whose Army” dari album Amnesiac.
    Tengkiyu banget buat bro John907 dari Kaskus atas infonya!! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s