Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives (2010)

Tadinya berpikir sudah menonton semua jenis film. Oke, belum semuanya tapi lumayan banyaklah. Sampai akhirnya kemarin disodorkan Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives karya Apichatpong Weerasethakul yang diputar di JIFFest 2010.

Coba bayangkan ini, sebuah film drama yang berisi seorang laki-laki paruh baya sekarat penderita gagal ginjal yang makan malam di beranda atas rumahnya ditemani oleh adik ipar perempuan, seorang pekerja di perkebunan miliknya, hantu mendiang istrinya yang meninggal 19 tahun yang lalu, serta anak laki-lakinya, Boonsong (Jeerasak Kulhong), yang datang dalam wujud monyet berbulu hitam lebat ala Wookie dengan mata merah menyala. Dan mereka semua berbagi cerita kenangan masa lalu sambil melihat album foto pemakaman sang istri(!). Suasana digenapi oleh suara jangkrik yang bergesekan dengan lirih angin malam di perkebunan yang memang dekat hutan.

Film ini dibuka melalui adegan kerbau yang lepas dari tiang pengikatnya dan berjalan ke sana ke mari di hutan sewaktu senja (atau fajar). Apakah kerbau ini salah satu wujud masa lalu Uncle Boonmee? Entahlah. Ada juga adegan putri yang berkeluh kesah tentang wajah buruknya di pinggir air terjun. Derasnya suara air terjun menjadi elemen penting pada adegan ini. Lalu muncul ikan lele siluman yang bercakap dengan sang putri. Adegan diakhiri dengan sang putri yang melepas semua perhiasan dan aksesori yang dikenakannya sebagai persembahan untuk penungggu air terjun. Sang lele menerimanya dengan jalan menggagahi sang putri(!). Apakah Uncle Boonmee mengambil wujud sang putri atau ikan lele? Entahlah.

Uncle Boonmee bisa digambarkan sebagai film unik yang spooky, berbau magis & religi, seperti-dunia-mimpi, halus, dengan nuansa tenang. Semua karakter berbicara dengan lambat dalam intonasi pelan. Banyak adegan diambil dalam durasi yang panjang. Misalnya waktu Jen (Jenjira Pongpas), si adik ipar, yang naik bis menuju perkebunan Uncle Boonmee (Thanapat Saisaymar). Jen membuka kaca bis agar angin berhembus masuk. Penonton dibiarkan untuk mengamati ekpresinya selama beberapa menit. Juga adegan ketika mereka menonton televisi di kamar hotel. Kamera merekam ini secara diam untuk beberapa saat lamanya dengan suara berisik televisi sebagai “background” gambar.

Kisah Uncle Boonmee menjemput ajalnya juga tak kalah ganjil. Uncle Boonmee, hantu istrinya, sang adik ipar, dan seorang perawat berjalan kaki di malam hari menelusuri hutan dan memasuki sebuah gua yang cukup besar. Lepasnya nyawa dari raga Uncle Boonmee ditandai lewat ritual pelepasan selang yang menempel di tubuhnya. Selanjutnya selang tersebut mengalirkan cairan ke tanah gua. Uncle Boonmee duduk bersandar pada dinding gua dengan sikap damai menjemput ajal yang tiba.

Apichatpong nampaknya ingin mengajak penonton ke suasana tenang dan kontemplatif. Seperti bermeditasi lewat medium film. Suara garengpung di siang hari, jangkrik di malam hari, riuh siaran televisi, dan aliran air terjun mendukung proses (meditasi) ini. Tema utamanya reinkarnasi, transformasi, penebusan dosa (karma), dan hubungan manusia dengan alam sekitar. Dia menyatakan Uncle Boonmee adalah tribute untuk perfilman Thailand, sehingga film ini memiliki 6 reels (gulungan) yang masing-masing berdurasi 20 menit dengan style gambar yang berbeda-beda.

Yang menarik, setelah sepanjang film yang sunyi, akhir kisah ditutup melalui sebuah lagu beraliran alternative dengan distorsi gitar di beberapa bagian yang terdengar dari speaker mesin karaoke di sebuah rumah makan. Apakah ini melambangkan keseimbangan layaknya yin yang?

Note:

Uncle Boonmee sudah meraih Palme D’Or kategori Best Picture di Cannes Film Festival 2010 (dipuji setinggi langit sama Tim Burton lho!!) dan menjadi wakil resmi Thailand untuk kategori Best Foreign Language di Academy Awards 2011.

Advertisements

3 responses to “Uncle Boonmee Who Can Recall His Past Lives (2010)

    • Film paling unik yang pernah ditongton.

      Info dari beberapa teman, memang film2 Thai itu di DVD resmi pun ga ada subtitle Inggris
      sayang banget kan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s