Let Me In (2010)

Pertama, ini remake dari film Swedia berjudul Låt den rätte komma in / Let The Right One In (2008). Kedua, ini remake yang wajib ditonton. Saya belum pernah menononton versi asli, jadi kita akan bahas versi Hollywood-nya.

Di kota kecil bernama Los Alamos yang membosankan dan selalu diselimuti salju tebal, tinggallah Owen (Kodi Smit-McPhee), anak laki berusia 12 tahun yang sering dikerjai oleh teman-teman sekelasnya (terkutuklah kalian para pengganggu..!!). Dia tidak punya nyali besar untuk melakukan perlawanan. Owen tinggal di kompleks apartemen sederhana bersama ibunya (Cara Buono) yang dalam proses cerai.

Owen hobi mengintip kegiatan tetangga yang tinggal di apartemen seberang melalui teleskop yang dimilikinya. Suatu hari, seorang anak perempuan yang sebaya dengan Owen dan seorang lelaki yang nampaknya ayah si gadis pindah ke apartemen tepat di sebelah Owen tinggal.

Fast forward. Mereka berkenalan dan mulai saling suka (dasar abege....). Yang belum Owen sadari bahwa Abby (Chloë Grace Moretz) bukanlah gadis imut biasa. Dia adalah jrreeng…jrrreeeennggg…. seorang vampir! Sang ayah (Richard Jenkins) menyuplai darah yang dibutuhkan Abby dengan cara membantai penduduk di kota kecil itu. Seorang detektif (Elias Koteas) mengarahkan penyelidikan ke kompleks apartemen Owen setelah salah satu penghuninya ditemukan tewas mengenaskan di bawah lapisan es yang membeku.

Yang menarik Let Me In bisa menampilkan 2 wajah dengan mulus. Bisa lembut dan romantis ketika menampilkan adegan asmara Abby-Owen. Di sisi lain tampak intens dan menegangkan ketika porsi thriller yang berdarah-darah menyeruak di layar bioskop.

Let Me In sejatinya sebuah drama romantis dengan latar belakang vampir. Dan untungnya jauh dari kesan menye-menye (baca: Twilight). Kita menyaksikan proses pendewasaan Owen lewat rangkaian peristiwa yang dialaminya bersama Abby. Jalan menuju ke sana tidak mudah. Butuh keberanian dan pengorbanan di kedua belah pihak. Betapa cinta memberi kekuatan, inspirasi, dan pencerahan.

Salut buat Chloë Moretz dan Kodi Smit-McPhee yang mampu berakting natural. Terutama untuk Chloë yang nampak innocent sekaligus berbahaya. Jabat tangan erat untuk Matt Reeves yang sukses menyutradarai Let Me In. Daftar filmografinya masih pendek. Filmnya yang paling box office adalah Cloverfield (2008). Moga film-film garapannya yang selanjutnya tidak kalah apik.

Advertisements

One response to “Let Me In (2010)

  1. Pingback: melancholic.android's drive inn·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s