Belkibolang (2010)

Belkibolang adalah sebuah omnibus yang terdiri atas 9 cerita pendek yang tidak berhubungan satu sama lain. Persamaannya 9 cerita ini bertutur tentang pergulatan manusia di kota Jakarta raya. Mirip dengan konsep Paris Je T’Aime (2006) dan New York, I Love You (2009). Oya, semua naskah ditulis oleh Titien Wattimena.

Resiko omnibus kualitasnya bisa tidak seragam. Ada yang bagus, biasa-biasa saja, membosankan, sampai yang aneh ada di sini.

1. Payung >> sutradara Agung Sentausa

Wahyu (Dwi Sasono) adalah seorang pekerja kantoran yang nampak lelah dan jenuh dengan rutinitas. Malam itu ia bertemu Fitri, seorang bocah ojek payung, yang memberi nuansa baru pada kehidupannya. Kisah ini minim dialog dan lebih menonjolkan ilustrasi musik serta warna-warni untuk memunculkan mood tertentu.

2. Percakapan Ini >> sutradara Ifa Isfansyah

Sebuah percakapan tentang kehidupan sehari-hari antara Omen (Desta) dan Nuri (Marsha Timothy) yang tak berujung dan berpangkal. Ha! Film ini keren sekali karena penonton dikejutkan dan terkecoh dengan alur cerita. Di tengah-tengah film terjadi pengulangan adegan + dialog yang sudah terjadi sebelumnya, sehingga penonton sempat protes karena mengira terjadi kekusutan roll film. Padahal yang sebenarnya terjadi ketika cerita sampai di tengah, ia mundur sesuai urutan makin ke belakang. Gambarannya seperti ini: 1-2-3-4-5-4-3-2-1.

Ngeh?

3. Mamalia >> sutradara Tumpal Tampubolon

Wati sedang mencari sebuah alamat di Jakarta. Ia butuh tumpangan ojek. Maman, seorang pengendara motor, bersedia mengantarnya ke tujuan. Di tengah jalan mata Wati kelilipan dan selanjutnya menjadi kabur. Kisah ini kocak sekaligus satir untuk menggambarkan kondisi ibukota dengan segala permasalahan dan tingkah laku warga di dalamnya.

4. Planet Gajah >> sutradara Rico Marpaung

Sekarang tahun 2010. Menurut ramalan Nathan akan meninggal tahun ini. Milli, pacarnya, tidak rela. Mereka membuat suatu perjanjian agar Nathan bisa bertahan melewati 2010. Kisah ini berputar pada sepasang kekasih yang berdialog di berbagai sudut ibukota (sebagian besar daerah Jakarta Pusat). Ga tau kenapa menyimak kisah yang satu ini sangat membosankan. Badan saya seperti diseret-seret di permukaan aspal menuju tempat yang tidak saya kehendaki. Dialognya hambar. Suasana romantisnya nanggung. Akting pas-pasan. Gambarnya ga istimewa. Premis Planet Gajah yang semestinya menarik malah terlihat mengada-ada.

5. Tokek >> sutradara Anggun Priambodo

Malam itu Edwin sedang sibuk bekerja dengan laptop-nya. Tiba-tiba listrik mati. Kamar menjadi gelap. Edwin kepanasan. Ia menelpon temannya untuk sekedar mengusir bosan. Istrinya sedang tertidur pulas. Ada suara dari dinding sebelah. Tetangganya sedang bercinta. Edwin mencoba mencuri dengar. Tiba-tiba ada suara lain yang mengganggu kesenangannya. Ini film yang absurd dengan akhir yang super absurd yang membuat saya mlongo dan spontan berujar, “What the f**k..??!!”What the hell just happened??!!!” Sebagian penonton ada yang tertawa. Mungkin mereka sama bingungnya dengan saya.

6. Peron >> sutradara Azhar Lubis

James selalu naik kereta di stasiun Gambir. Ipod tidak pernah lepas dari kedua kupingnya. Kehidupan berjalan di depannya dengan ilustrasi musik dari ipodnya. Malam itu ia melihat seorang gadis yang duduk di peron seberang. Gadis yang menggoyangkan badan ke kanan dan kiri itu nampak sangat menikmati suasana hingar bingar stasiun. James penasaran ingin tahu suara apa yang didengarkan gadis itu. Ia mendekat dan menemukan fakta yang mengejutkan. Kisah yang berujar tentang romantika di belantara Jakarta. Betapa kita sering bertemu dengan orang asing di stasiun, bandara, atau terminal dan merasa ‘terhubung’ satu sama lain. Bahasa cinta memang universal dan tidak mengenal sekat. Itu yang ingin ditunjukkan James dan si gadis di peron stasiun Gambir.

7. 3LL4 >> sutradara Wisnu Surya Pratama

Malam ini masih bulan Ramadhan. Besok hari terakhir puasa. Ella, seorang PSK, hendak pulang ke Surabaya. Ia belum punya cukup ongkos. Setelah menitipkan koper dan kardus bawaannya pada Pak Gendut, penjual bebek bakar, ia mencari tambahan ongkos untuk pulang ke kampung halaman. Ella menunggu ‘tamu-tamunya’ di depan warung Pak Gendut. Lucu sekaligus satir. Percakapan antara Ella dan Pak Gendut dengan bahasa jawa timuran terasa begitu jujur dan menohok. Bahwa semua orang punya hak untuk berlebaran. Walaupun ia tak berpuasa. Walaupun ia seorang PSK. Semuanya sah saja. Keluarga di kampung halaman tak perlu tahu apa yang terjadi di Jakarta. Yang penting lebaran bisa pulang dan bagi-bagi duit untuk sanak famili. Dialognya bernas dan akting keduanya terlihat natural.

Ini favorit saya.

8. Roller Coaster >> sutradara Edwin

Sepasang sahabat lama. Seorang pemuda. Seorang pemudi. Sebuah kamar hotel. Mereka akan melakukan permainan. Mata tertutup dan keduanya melucuti baju sahabatnya secara bergantian. Ini eksperimen anak muda yang mencari identitas. Mereka baru menyadari ternyata orang yang selama ini paling dekat adalah sekaligus orang yang paling asing. Kebenaran mampu memberikan kejutan. Bisa menyebalkan. Atau bisa juga menyenangkan.

9. Full Moon >> sutradara Sidi Saleh

Bobi, seorang sopir taksi, lagi ‘narik’ di malam tahun baru. Isna, istri Bobi, ikut serta di taksi. Sebenarnya Bobi tak bermaksud mengajak Isna berjalan-jalan. Ia ingin membicarakan sesuatu. Di saat yang bersamaan Isna nampak kurang peduli dan larut dalam euphoria perayaan malam tahun baru. Di antara para penumpang yang keluar masuk taksi dan keriuhan malam itu, Bobi bertekad untuk menumpahkan isi hatinya. Ini bisa jadi potret sebagian rumah tangga yang mengalami kemandekan komunikasi. Ketika satu pihak merasakan ganjalan namun pasangannya  merasakan semuanya baik-baik saja.

Advertisements

4 responses to “Belkibolang (2010)

  1. Seperti biasa, ulasan yang menarik 😀
    Apa film ini juga nyasar ke jaringan 21 kang ??
    Kalo ga nyasar, berarti nunggu DVDRipnya aja 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s