Insidious (2010)

Film horor termasuk genre yang digemari penikmat film bioskop. Karena film yang melibatkan hantu/setan/arwah gaib ini ‘diakui’ secara universal. Ini berlaku untuk film impor dan lokal. Untuk film lokal sesungguhnya tanpa embel-embel seks pun sebenarnya bisa menarik calon penonton asalkan disertai skrip yang cerdas. Eh, tunggu dulu…. Yang disukai sebagian besar penonton kita justru skrip yang dangkal dan bumbu begituan yaaa… 😀

Insidious termasuk berhasil membuat takut penonton. Ini bisa diperhatikan dari seluruh komentar teman-teman yang sudah menonton. Semuanya menyatakan bahwa Insidious sangat menakutkan dan menegangkan. Mungkin penonton kita merasa ada ‘kedekatan’ dengan tema yang diusung film ini, which is tentang hantu atau makhluk supranatural pada umumnya. Saya sendiri sewaktu menonton film ini, sempat mengalami 2 kali momen “hampir-loncat-dari-kursi” sangking kagetnya pada suatu adegan.

Sejatinya tidak ada hal baru dalam Insidious. Rumah besar bertingkat yang memiliki loteng yang gelap. Satu keluarga yang menjadi korban. Karakter seorang anak lelaki sebagai tokoh sentral. Hantu yang bergentayangan.

Keluarga Dalton yang memiliki 3 orang anak tinggal di sebuah rumah bertingkat kelas menengah tipikal film Hollywood (you know lahh…). Di dalam rumah ini, Renai (Rose Byrne), sang istri, kerap kali mengalami kejadian aneh. Puncaknya adalah saat Dalton (Ty Simpkins), putra mereka yang mengalami koma setelah “kecelakaan” di loteng.

Dua bulan setelah Dalton koma, Renai semakin sering diteror. Merasa tidak tahan, ia membujuk Josh (Patrick Wilson), sang suami, untuk pindah karena merasa rumah yang mereka tempati ada penunggunya. Akhirnya mereka pindah rumah. Namun ternyata oh ternyata teror itu belum selesai…

Yang menarik, sutradara James Wan (SAW) kentara sekali memberikan penghormatan yang ditujukan ke  film-film horor legendaris seperti Poltergeist (1982) dan The Exorcist (1973). Ternyata formula klasik itu masih ampuh untuk menakuti para penonton. Dan yang juara, sound effects serta music score yang meningkatkan level kaget sampai tingkat maksimal.

Note:

Kalo cuma nonton Insidious di DVD, jangan berani sesumbar film ini ga menyeramkan. Coba tonton di bioskop… 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s