The Raid (2011)

THE RAID IS HIGH-OCTANE FAST-PACED NON-STOP-ACTION MOVIE!! Mata penonton tak dibiarkan berkedip sedetikpun. Hampir tidak ada ruang bernapas. Kita seakan-akan masuk di dalam setiap tendangan, tangkisan, pukulan, serta salto semua adegan tarung. Sedikit catatan, versi yang saya tonton kabarnya adalah versi asli yang brutal. Katanya versi yang akan diputar untuk khalayak luas, akan ada sensor untuk “memperhalus” adegan-adegan yang sadis. Semoga kabar ini tidak benar karena publik harus melihat film ini secara utuh.

Kisah penyerbuan ke sarang gembong narkoba ini diambil dari sudut pandang Rama (Iko Uwais), seorang polisi anggota SWAT yang lurus, taat beribadah (hey, adegan sholat bukan monopoli Mas Boy semata), dan juga seorang suami yang sedang menanti kelahiran anak pertama. Yang mengganjal di sini adalah ucapan “Aku cinta kamu” yang diucapkan oleh Rama kepada istrinya. Terdengar ga natural di kuping saya.

Pagi itu Rama bersama Tim SWAT yang dikomandani oleh Jaka (Joe Taslim yang mirip VJ Daniel Mananta), diperintahkan untuk menyerbu sebuah apartemen setinggi 30 lantai milik Tama (Ray Sahetapy yang berkarisma), sang gembong narkoba. Selain memiliki laboratorium narkoba, ia juga menyewakan kamar-kamar di gedung tersebut kepada para penjahat, cecunguk, bandit, dan bromocorah. Sebagai gantinya Tama menjamin keamanan setiap penyewa.

Tugas mereka semakin sulit karena Tama memiliki 2 orang kepercayaan yang sangat andal, Andi (Donny Alamsyah) dan Mad Dog (Yayan Ruhiyan). Mereka berdua ditugaskan untuk menjegal setiap langkah pasukan polisi agar tak bisa menyentuh markas besar Tama yang penuh dengan monitor CCTV yang mengontrol setiap sudut gedung.

Bentrok antara polisi dan para preman tentu tak terelakkan. Mulai dari golok, granat, pistol, senapan mesin menjadi senjata pembunuh yang efektif. Hujan peluru jadi santapan para anggota polisi. Satu per satu anggota mereka mulai berguguran. Misi penyerbuan ini berubah arah menjadi misi penyelamatan diri untuk keluar dari gedung jahanam dengan utuh.

Di tengah pekatnya suasana tegang The Raid, sutradara Gareth Evans masih menyelipkan humor dengan kehadiran para preman dari Indonesia Timur yang memiliki perawakan dan aksen bicara yang sangat khas. Kredit paling penting harus disematkan kepada Yayan Ruhian. Perannya sebagai Mad Dog benar-benar brutal, tanpa belas kasihan, dan dengan stamina spartan. Saya heran dari mana dia mendapatkan energi bertarung yang ga ada matinya.

Sebagai tambahan, The Raid sudah dibeli hak edarnya oleh Sony Pictures untuk wilayah Amerika Serikat. Ini menjelaskan pengunduran jadwal tayang untuk Indonesia dari Januari 2012 menjadi Maret 2012. Kemudian pihak Sony merekrut Mike Shinoda dari Linkin Park untuk menggarap score-nya.

Hemat saya, film kedua Gareth Evans ini punya kualitas di atas film pertamanya Merantau (2009), terutama dari segi kecepatan action dan koreografi tarung. Oh ya, jangan lupa The Raid yang premiere secara terbatas sebagai closing film iNAFFF11 ini sudah sukses meraih Audience Award di Toronto International Flm Festival 2010.

Film terbaik Indonesia tahun 2011 (dan 2012)!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s