The Iron Lady (2011)

Adakah pilihan lain selain Meryl Streep untuk memerankan Margaret Thatcher? Saya bisa menyodorkan Cate Blanchett. Namun Streep telah menunjukkan bahwa ia sangat layak sebagai Thatcher di The Iron Lady dengan bukti memboyong sebuah piala Golden Globe 2012 untuk kategori Aktris Terbaik Film Drama.

Kisah The Iron Lady berpusar pada kehidupan Thatcher. Di luar dugaan saya, film ini memotret pergulatan batin Thatcher di masa sekarang. Saat ini ia adalah seorang nenek berusia 86 tahun (tahun 2011) yang mulai digerogoti usia namun dengan fisik masih sehat yang tinggal di sebuah flat 2 tingkat yang memperoleh penjagaan 24 jam dari pemerintah. Maklum, dia kan pernah menjabat Perdana Menteri Inggris selama 11,5 tahun.

Hanya saja pikirannya sudah mulai pikun. Ia kerap berhalusinasi bahwa suaminya tercinta, Denis (yang seperti biasa diperankan dengan total oleh Jim Broadbent), masih hidup dan mereka berdua masih melakukan aktivitas keseharian bersama-sama. Thatcher sering ‘bercakap-cakap’ dengan Denis dan masih menyiapkan pakaian untuk digunakan sang suami setiap hari.

Hidupnya sekarang terkesan sepi. Terbersit rasa iba dan hampir lupa bahwa dia dulu adalah orang paling kuat di pemerintahan Inggris. The Iron Lady menganut alur maju mundur untuk menceritakan puluhan tahun kehidupan Thatcher. Di sini terlihat penulis skrip berusaha untuk ‘memampatkan’ biografi Thatcher dalam durasi 2 jam. Sehingga hanya poin-poin penting yang punya pengaruh signifikan yang ditampilkan di sini.

Kelemahannya, penonton yang tidak sempat mengalami masa kejayaan Thatcher atau dengan kata lain lahir setelah era Thatcher tidak menjadi Perdana Menteri, mungkin akan sedikit gagap dengan beberapa peristiwa yang ditampilkan di sini. Misalnya Perang Falklands tahun 1982 (waktu saya kecil, orang menyebutnya sebagai Perang Malvinas), kisah teror bom gerilyawan IRA, dan resesi ekonomi yang muncul sekilas.

Ini ditambah pula dengan alur film yang cenderung datar. Untuk hal ini saya membandingkan dengan The King’s Speech (2010) yang memiliki dinamika alur yang sangat menarik, kisah yang fokus, dan shoot kamera cihuy. Sayangnya ini tidak dimiliki oleh The Iron Lady.

Sisi terbaik dari The Iron Lady tentu saja ‘pameran’ akting Meryl Streep yang luar biasa! mulai dari kemiripan secara fisik, gestur, cara bicara, serta aksennya sungguh meyakinkan kalau dia adalah seorang Margaret Thatcher. Saya curiga Streep mengganjal bagian depan giginya agar makin mirip dengan Thatcher yang asli. Kredit juga saya berikan kepada pemeran Thatcher waktu muda, Alexandra Roach. Sepertinya akan sering membaca namanya di masa mendatang.

Satu hal yang tergambar secara kasat mata dari karakter Thatcher adalah: gigih. Dia yakin setiap orang harus memperjuangkan nasibnya. Dia pun selalu berusaha keras memperjuangkan prinsipnya tanpa kompromi. Itulah sebabnya ia dijuluki The Iron Lady.

Oya, di penghujung film ini Thatcher sempat mengucapkan deretan kalimat yang bisa jadi renungan untuk kita semua:

“Be careful of your words, for your words become your actions
Be careful of your actions, for your actions become your habits
Be careful of your habits, for your habits become your character
Be careful of your character, for your character becomes your destiny”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s