The Wolverine (2013)

The Japanese Wolverine

Kenapa sih Marvel nekat membuat lagi film tentang mutant yang selalu awet muda ini walaupun tahu bahwa X-Men Origins: Wolverine (2009) hasilnya tidak menggembirakan? Apakah The Wolverine menyimpan senjata rahasia layaknya cakar adamantium yang tersembunyi di buku-buku jari Wolverine?

Banyak yang skeptis dengan film ini. Kalau saya sih dalam hal ini di posisi netral. Tidak antusias namun memang berencana menontonnya di bioskop.

Sedikit out of topic, kalau mau ngomong film yang dari awal pun saya sudah skeptis, pilihannya jatuh ke The Lone Ranger (2013). Film ini seharusnya dirilis sejak setahun yang lalu tetapi mengalami penundaan. Dari sini sudah tercium ada yang tidak beres. Kenapa pihak Disney terkesan kurang percaya diri dengan hasil produksi mereka sendiri? Apalagi ada nama besar Gore Verbinski dan Johnny Depp yang sukses dengan Pirates of the Caribbean dan Rango. Saya sudah meramal The Lone Ranger pasti flop dan itu terbukti benar.

OK, kembali ke The Wolverine.

Ternyata film ini ga sejelek yang dibayangkan oleh beberapa orang. Konfliknya memang terlihat dangkal (hey, ini bukan Batman-nya Nolan). Karakter villains-nya kurang perkasa. Adegan finale yang “oh, gitu aja…”. Secara mengejutkan, saya menikmati 126 menit durasi The Wolverine tanpa kesan bertele-tele. Pujian pantas dialamatkan kepada Michael McCusker, sang editor film.

Keunggulan selanjutnya, The Wolverine fokus pada 1 karakter utama dengan cara tidak menampilkan mutant secara berjamaah. Selain Wolverine, mutant lainnya hanya Viper (Svetlana Khodchenkova). Iya, ada Jean Grey (Famke Janssen). Namun ia hanya tampil dalam mimpi Wolverine. Bandingkan ini dengan Wolverine versi Origins yang  memunculkan Sabretooth (Liev Schrieber), Gambit (Taylor Kitsch), Deadpool (Ryan Reynolds), dan Kayla Silverfox (Lynn Collins), tapi ga memberikan greget sama sekali.

Mariko and Logan

Nah, yang terakhir ini adalah elemen menarik di The Wolverine. Tao Okamoto. Model kondang asli Jepang ini mampu bermain sebagai Mariko Yashida, love interest Wolverine. Jujur, secara fisik masih ada perempuan Jepang yang lebih cantik, namun ia bisa memancarkan pesona feminin tanpa perlu terlihat genit. Pantaslah kalau Wolverine sampai kepincut dan jatuh hati. Moga di film-film Wolverine dan/atau Marvel ia muncul lagi.

Jadi, saya suka Wolverine versi James Mangold ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s