Elysium (2013)

Elysium_Japanese poster

Entah sudah berapa banyak film sci-fi yang memotret keadaan bumi di masa depan yang terlihat suram dan berantakan. Tak terkecuali Elysium. Kalau pernah nonton District 9, pasti tidak asing dengan suasana film ini. Hamparan seluruh permukaan bumi yang mirip dengan lingkungan kumuh di Cape Town (District 9) – kali ini pindah ke Mexico City –, berbagai desain (alat) robotic & vehicles, serta Sharlto Copley yang masih beraksen kental Afsel.

 Pada tahun 2154 itu, rakyat jelata mendapat jatah tinggal di bumi yang sudah membusuk dengan polusi akut dan selalu berada di bawah pengawasan polisi android yang kejam, Sedangkan kaum kaya tinggal di Elysium, sebuah pemukiman di luar angkasa yang berada pada orbit bumi. Di sini mereka menikmati udara segar, lingkungan bersih, kemewahan hidup, keamanan tingkat tinggi, dan yang paling penting ketersediaan kapsul di setiap rumah yang dapat merekonstruksi sel-sel jaringan tubuh dan menyembuhkan segala macam penyakit. Iya, termasuk kanker yang merupakan penyakit mematikan.

 Ketidakadilan ini mengakibatkan rakyat jelata bumi berbondong-bondong berusaha masuk menuju Elysium. Tak terkecuali dengan Max da Costa (Matt Damon) yang mengalami radiasi di pabrik tempat ia bekerja. Da Costa hanya punya 5 hari sebelum efek radiasi merenggut nyawanya. Satu-satunya juru selamat adalah kapsul di Elysium.

 Lalu, ada karakter Frey (Alice Braga) yang anak perempuan semata wayangnya, menderita leukemia. Bersama-sama, mereka menempuh perjalanan ke Elysium sambil berusaha bertahan dari gempuran pemburu bayaran yang sadis, Kruger (Sharlto Copley) dan 2 orang anteknya yang berada di bawah perintah Jessica Delacourt (Jodie Foster), Menteri Pertahanan Elysium.

 Sayangnya, ini tidak diimbangi dengan editing yang ciamik. Plotnya terasa dragging dan ga menggigit. Padahal Elysium diedit oleh orang yang sama dengan District 9, Julian Clarke. Lebih jauh lagi, ada 1 adegan janggal yang mengganjal. Sesakti-saktinya kapsul Elysium, masa sih bisa memulihkan sampai sedahsyat itu? Seharusnya dia sudah MATI.

 Lalu beberapa adegan akhir film tidak memberikan impresi maksimal. Apa ya? Kurang menggugah. Pada akhirnya, Elysium bukan film terbaik Matt Damon.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s