Street Ballad: A Jakarta Story (2012)

STREETBALLAD_poster

Note:

Film yang saya tonton adalah versi dengan pemeran utama Titi Juwariyah. Tidak ada Boni dan Ho.

Apa sih enaknya tinggal di Jakarta? Lalu lintas kerap macet. Saat kemarau udaranya panas & kering. Di waktu musim hujan, banjir menghadang. Polusi di mana-mana. Rawan kriminalitas. Pendek kata, sumpek deh. Namun pesona Jakarta mampu mengalahkan wajah buruknya.

Titi Juwariyah adalah salah satu dari sekian juta manusia yang ditarik oleh daya magnet Jakarta. Perempuan berusia 30 tahun ini rela meninggalkan kampung halamannya di daerah Ngawi, Jawa Timur dan menceburkan diri ke dalam lautan kota Jakarta.

Sebagai pengamen di dalam bis kota yang biasa mangkal di Terminal Blok M, awalnya ia hanya menyanyi, belum bisa main gitar. Sering memperhatikan rekannya yang bermain gitar dan berpikir, “Oh, kalo begitu sih aku bisa”. Lama-kelamaan ia fasih mengamen solo dengan bernyanyi sambil bermain gitar. Bukan sekadar memetik dawai gitar, ia juga mengarang lagu sendiri. Harus diakui, suara Titi memang bagus. Tipe suara yang kalau di Indonesia langsung dikelompokkan sebagai lady rocker”.

Titi mengaku dalam sebulan ia bisa menghasilkan uang sebesar Rp 400 ribu. Sebanyak Rp 100 ribu ia berikan pada suaminya, seorang bajingan tengik pengangguran. Untuk beli rokok dan pakan ikan hias katanya! Rp 100 ribu ia sisihkan untuk keperluan pribadi. Sisanya sebesar Rp 200 ribu ia kirim ke orang tuanya yang tinggal di Jawa Timur. Yang menggelitik Titi sempat berujar saat ia menyanyikan lagu bernafas religius (baca: Islam), para penumpang berjilbab yang biasanya pelit, sontak mengulurkan lembaran rupiah. Bahkan ada yang memberikan selembar 100 ribu rupiah!

Oya, Titi memiliki 3 orang anak yang (mungkin) berasal dari 3 orang suami yang berbeda. Ini terlihat dari pernyataannya, “Aku bingung anak-anakku itu beda semua. Yang (tinggal) di Kalimantan ngomong (bahasa) melayu. Yang di kampung ngomong (bahasa) jawa. Yang di Jakarta ngomong lu gue. Hahahahaa…”

Ternyata Titi tipe pekerja keras. Dia sadar ia butuh uang untuk menyokong kehidupan keluarganya. Dan ia tahu kalo ‘cuma’ jadi pengamen kehidupannya akan begini-begini saja. Salah satu jalan keluarnya, ia menempuh pendidikan Kejar Paket C untuk meraih ijazah setara SMA. Ijazah ini diharapkan bisa menjadi modal melamar pekerjaan. Fakta yang lain, ketika Daniel Ziv, sang penggarap film dokumenter ini, menawarkan kepadanya sebagai karakter utama, Titi menganggap Daniel sebagai pembuka pintu untuk berbagai kesempatan (kerja) yang mungkin menghampiri dirinya. Pintu menuju perubahan nasib. Jadilah Daniel merekam kegiatan Titi sehari-hari selama kurun waktu 4 tahun.

Beberapa peristiwa penting sempat direkam saat itu. Mulai dari perceraian Titi dengan suaminya yang pengangguran, momen kebersamaan nan sederhana yang mengharukan di kampung halaman antara Titi, anaknya, serta ibu bapaknya di sebuah pematang sawah, keberhasilannya meraih ijazah Kejar Paket C, sampai ayahnya mangkat (sayang tidak ditampilkan di layar, hanya berdasar keterangan dari mulut Titi).

Dari sisi Daniel Ziv: kenapa ia memilih Titi? Karena ia melihat Titi sebagai pribadi yang terbuka serta tidak canggung disorot kamera. Di samping itu, tentu saja kisah kehidupan Titi yang menarik. Sebenarnya Daniel memiliki kandidat (pengamen) yang lain. Namun ia melihat sosok pengamen yang satu ini cenderung tertutup yang jarang membuka mulut, sehingga menyulitkan bila direkrut sebagai karakter utama.

Ketika menggarap “Street Ballad: A Jakarta Story” Daniel tidak menggunakan skrip sama sekali. Semua mengalir secara alami yang menghasilkan footage berdurasi 200 jam yang diedit oleh Ernest Weiss-Haryanto. Di luar Indonesia, film dokumenter berdurasi 52 menit ini sudah diputar di PBS Amerika Serikat dan memperoleh sambutan antusias dari pemirsa televisi di sana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s