Dark Touch (2013)

dark-touch-poster

Premisnya: di sebuah kota kecil di Irlandia, seorang anak perempuan berusia 11 tahun menjadi satu-satunya yang selamat ketika terjadi kebakaran mengerikan yang melanda rumahnya. Kedua orang tua dan adik laki-lakinya yang masih bayi, terenggut nyawanya pada peristiwa tersebut.

Ada apa sebenarnya?

>>>>>>>>>>>>>>>> SPOILER ALERT <<<<<<<<<<<<<<<<

.

..

Tidak ada misteri di balik kisah film horror ini. Bayangkan Carrie (1976) yang dibubuhi sejumput Children of the Corn (1984). Karakter Niamh (Missy Keating) memiliki kemampuan telekinesis yang dipicu oleh emosi takut atau marah. Kekuatannya bisa menggerakkan berbagai macam benda (biasanya perabotan rumah) dengan tujuan untuk menghukum dan menyakiti seseorang.

Di atas tema horror yang diusung oleh Dark Touch, film ini memiliki pesan mengenai kekerasan terhadap anak (child abuse). Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya, menjadi tema sentral. Sutradara sekaligus penulis skrip, Marina de Van, nampaknya ingin menunjukkan bahwa ketika kekerasan terhadap anak terjadi, tidak ada orang yang bisa menolong anak tersebut, kecuali daya upaya anak itu sendiri. Dalam hal ini, Niamh menjelma menjadi malaikat penyelamat bagi dirinya sendiri dan juga juga anak-anak lain yang mengalami nasib yang sama.

Yang menarik, Niamh tidak hanya menghabisi nyawa para orang tua yang melakukan kekerasan terhadap anak, namun ia juga membunuh anak-anak sebaya, yang notabene adalah teman 1 sekolahnya. Anak-anak menemui ajal karena mereka memiliki bibit sifat menyiksa dengan cara perlakuan semena-mena terhadap boneka yang mereka miliki. Ditambah lagi, mereka selalu memandang Niamh sebagai anak ganjil yang patut dijauhi.

Konklusi.

Kalau ada karakter di film yang sangat kuat sehingga tak ada yang bisa mengalahkan, yang mengakibatkan ia tak bisa ditangkap apalagi dihukum dalam penjara atau institusi rehabilitasi, padahal ia tidak sanggup apabila harus hidup di tengah masyarakat yang tidak akan mengerti kondisinya, maka jawabannya sudah jelas. Dia dan hanya dialah satu-satunya yang mampu menghapuskan penderitaan lewat jalan bunuh diri.

Gampangan?

Tentu tidak. Ini hanya konsekuensi logis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s