The Returned (2013)

The Returned

Kalau Night of the Living Dead (1968) disebut sebagai film zombie tradisional dan World War Z (2013) masuk ke dalam film zombie action. Sedangkan Warm Bodies (2013) jatuh dalam kategori film komedi romantis zombie. Maka The Returned adalah film drama (politik) zombie.

Zombie pun tidak melulu sebagai pemangsa manusia, namun di sini zombie ‘berperan’ sebagai korban. Menjadi zombie mirip dengan terkena suatu virus penyakit yang belum ada obat penyembuhnya. Mereka yang tiba-tiba berubah menjadi zombie karena terinfeksi oleh zombie lainnya, masih dapat diselamatkan dengan cara menyuntikkan suatu serum berwarna hijau ke dalam tubuh zombie. Ini akan mengembalikan kondisi zombie menjadi manusia seperti sedia kala. Lengkap dengan seluruh ingatan dan emosinya. Kelemahannya, serum ini hanya bertahan 24 jam. Selanjutnya mereka harus menyuntikkan serum ini setiap 1 x 24 jam selama sisa hidup atau berubah kembali menjadi zombie dan tak dapat disembuhkan sama sekali.

Nah, orang-yang-pernah-jadi-zombie-dan-sudah-kembali-menjadi-manusia ini disebut sebagai the returned. Mereka diregistrasi oleh pemerintah serta memperoleh stempel “RETURNED” di KTP mereka layaknya eks tapol kalau di Indonesia. Selain pemerintah yang melindungi the returned, ada juga kelompok manusia yang anti-zombie. Menurut mereka, the returned pada hakikatnya tetaplah zombie dan semua zombie harus dimusnahkan sebelum menularkan virusnya pada manusia.

Kate (Emily Hampshire) adalah dokter yang bekerja di unit the returned di sebuah rumah sakit. Unit ini merawat para the returned sampai benar-benar pulih dan bisa kembali pulang ke rumah. Tidak mengagetkan bahwa Kate sendiri memiliki seorang kekasih, Alex (Kris Holden-Ried), yang seorang the returned. Mereka telah tinggal bersama selama 6 tahun di suatu apartemen dan hanya Kate yang tahu kondisi Alex yang sebenarnya.

Masalah muncul ketika pasangan ini mendengar rumor bahwa pemerintah mulai kesulitan memproduksi serum hijau dan pasokan kepada the returned akan mulai dibatasi. Hal ini membuat Kate dan Alex harus menimbun stok serum hijau sebanyak-banyaknya.

Di titik ini mulai terpercik gesekan antara berbagai pihak. Pemerintah vs. perkumpulan anti-zombie yang berbuat main hakim sendiri. Pihak rumah sakit vs. para donatur yang terlihat enggan mengucurkan dana untuk riset serum karena ongkosnya sangat mahal. Keluarga yang memiliki the returned vs. keluarga yang memiliki the returned juga.

Praktis, semua karakter di film ini memiliki ambiguitas. Tidak ada yang hitam putih. Setiap orang punya justifikasi atas tindakannya. Setiap orang punya kepentingan. Setiap orang punya pasangan dan/atau keluarga yang dicintai. Mirip dengan sebuah idiom yang berbunyi “All is fair in love and war.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s