Maleficent (2014)

maleficent poster

Merekonstruksi cerita yang telah mengakar puluhan tahun adalah sebuah tantangan. Apalagi ini tentang seorang karakter penting di dunia Disney. Maleficent adalah villain utama dari animasi Sleeping Beauty (1959) produksi Disney. Walaupun namanya melegenda, namun belum pernah ada film yang mengorek latar belakangnya.

Tentu saja ini mengandung resiko. Penonton bisa suka dan menerima penjabaran Disney atau malah melepehnya karena dianggap mengada-ada. Kalau saya sih termasuk yang suka. Terlepas dari beberapa kekurangan, dapat dikatakan ini versi definitive dari Maleficent.

Minusnya dulu. Elle Fanning sebagai Putri Aurora terlihat kurang ‘kerajaan’. Kurang aristokrat. Iya, di ceritanya memang Aurora ini sejak bayi dibesarkan di sebuah rumah di tepi hutan yang jaraknya jauh dari istana. Seharusnya Fanning bisa memancarkan aura darah biru. Tapi ini kok auranya redup. Lho, ini memang bukan Aura kok… Ini kan Aurora. Ah, sudahlah.

Sharlto Copley adalah Raja Stefan di negeri dongeng dengan aksen Afrika Selatan yang kental. Aneh rasanya mendengar aksen raja seperti itu, sedangkan karakter-karakter lainnya beraksen Eropa. Lebih tepatnya Inggris. Karena di sana dahulu banyak kerajaan. Di luar masalah aksen tersebut, Copley memang cocok membawakan karakter yang mengalami frustrasi atau sakit secara mental.

Nah, yang ini bukan minus. Sedari melihat trailer Maleficent, nuansanya mengingatkan saya dengan Alice in Wonderland-nya Tim Burton. Ternyata sang sutradara, Robert Stromberg, pernah menjadi desainer produksi di Alice in Wonderland (2010) dan juga Oz the Great and Powerful (2013). Pantesan kok mirip secara visual. Untungnya kualitas Maleficent di atas 2 film yang tadi baru disebutkan.

Yang menarik, usaha Disney merekonstruksi Maleficent pun masuk ke ranah feminisme. Maleficent adalah sosok perempuan yang pernah disakiti oleh kekasihnya di masa lampau. Sejak saat itu, ia tumbuh menjadi sosok mandiri yang tidak percaya adanya cinta sejati. Ini berimbas pada ending cerita yang menyempal dibandingkan dengan film-film putri tradisional buatan Disney.

Secara keseluruhan, Maleficent benar-benar filmnya Angelina Jolie. Dialah yang mengawal performance film ini dari awal sampai akhir. Pesonanya moncer. Prima sekali. Tak terbayangkan film ini tanpa kehadirannya. Sampai-sampai saya berdecak kagum, bagaimana sih caranya bisa punya tulang pipi seindah Jolie? :)))

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s