ABCs of Death 2 (2014)

ABCs of Death 2

Jujur, yang pertama malah belum pernah nonton. Formatnya sih masih sama, antologi film pendek horor dari 26 sutradara yang masing-masing mewakili abjad yang diproduseri oleh Ant Timpson dan Tim League.

Karena jumlah filmnya banyak, maka review untuk tiap film akan singkat. Mari kita mulai:

  1. A = Amateur (sutradara E.L. Katz)
    Tentang seorang pembunuh bayaran. Lucu dengan ending mengejutkan.
  2. B = Badger (sutradara Julian Barratt)
    Tentang sebuah tim produksi acara dokumenter. Biasa saja, namun tertolong dengan ending yang gory.
  3. C = Capital Punishment ( sutradara Julian Gilbey)
    Seorang pria yang dihukum atas kejahatan yang tidak dilakukannya. Ada adegan gory sih, tapi secara keseluruhan biasa saja.
  4. D = Deloused (sutradara Robert Morgan)
    Animasi stop-motion tentang seekor serangga (sejenis kecoa) yang membantu seorang pria balas dendam. Aneh. Liar. Tapi niat sih usaha bikin stop-motion-nya.
  5. E = Equilibrium (sutradara Alejandro Brugues)
    Dua orang pria yang terdampar di pantai terpencil mendapat cobaan dengan munculnya seorang perempuan. Jelek. Editing kacrut. Malah mirip seperti iklan menyebalkan di televisi.
  6. F = Falling (Aharon Keshales dan Navot Papushado)
    Seorang perempuan penerjun Israel yang nyangkut di dahan pohon terpergok oleh seorang pemuda pejuang Palestina. Biasa saja. Tidak menggigit seperti film panjang perdana mereka, “Rabies”.
  7. G = Grandad (sutradara Jim Hosking)
    Seorang laki-laki yang kaget karena selama ini sang kakek tidur di kasur tempat tidurnya (iya, bukan di atas kasur). ANEH. Disturbing. Vulgar. Masuk kategori “what-the-fuck” film deh.
  8. H = Head Games (sutradara Bill Plympton)
    Ciuman antara perempuan dan lelaki yang berubah menjadi perebutan kekuasaan. Anak era ‘90an pasti sudah akrab dengan nama legendaris Bill Plympton yang sering mengisi di MTV. Gaya animasinya masih sama. Mungkin agak sulit dimengerti karena temanya surreal.
  9. I = Invincible (sutradara Erik Matti)
    Sebuah keluarga yang bersekongkol untuk membunuh nenek mereka sendiri agar memperoleh warisan. Gila. Film ini brutal dan juga liar. Tidak mengagetkan secara konsep, namun eksekusinya edan-edanan.
  10. J = Jesus (sutradara Dennison Ramalho)
    Seorang lelaki disiksa karena ia gay. Biasa saja. Cenderung membosankan.
  11. K = Knell (sutradara Kristina Buozyte dan Bruno Samper)
    Tentang cairan hitam misterius yang dapat mempengaruhi orang. Idenya menarik tapi kok kurang sreg dengan eksekusinya.
  12. L = Legacy (sutradara Lancelot Imasuen)
    Tentang sebuah ritual sebuah suku di Afrika. JELEK. Monster yang seharusnya mengerikan malah nampak menggelikan. Ataukah itu memang kesengajaan?
  13. M = Masticate (sutradara Robert Boocheck)
    Seorang lelaki gemuk berlari di sepanjang trotoar hendak menerkam para pejalan kaki sebuah dalam adegan slo-mo. Mungkin ada yang suka tapi saya sih enggak.
  14. N = Nexus (sutradara Larry Fessenden)
    Sepasang kekasih yang janjian ketemuan di sebuah sudut jalan untuk sebuah pesta Halloween. Sayang sekali, ending-nya tertebak sejak pertengahan film.
  15. O = Ochloracy (sutradara Hajime Ohata)
    Seorang ibu yang dihakimi oleh sebuah pengadilan zombie. Ini keren! Memutarbalikkan cerita, apa yang terjadi jika zombie menguasai dunia dan menghukum manusia yang membabat habis bangsa zombie.
  16. P = P-P-P-P SCARY! (sutradara Todd Rohal)
    Film hitam putih tentang 3 orang narapidana yang bertemu seorang lelaki misterius. Membosankan. Sumpah, ga menangkap esensinya sama sekali.
  17. Q = Questionnaire (sutradara Rodney Ascher)
    Seorang pria disodori beberapa pertanyaan kuesioner dan…. ah, tonton saja sendiri. Filmnya bagus karena teknik editing-nya berhasil menggiring penonton menuju konklusi yang mengagetkan.
  18. R = Roulette (sutradara Marven Kren)
    Dua orang pria dan 1 orang perempuan bermain russian roulette. Awal sampai tengah film lumayan menegangkan. Tapi setelah filmnya selesai, yang berbekas tuh, “Loh, kok cuma gini?”
  19. S = Split (sutradara Juan Martinez Moreno)
    Seorang perempuan diserang di rumahnya ketika sedang bertelepon dengan sang suami. Ini favorit saya! Ending-nya yang mengejutkan dapat menjelaskan motif penyerangan tersebut.
  20. T = Torture Porn (sutradara Jen dan Sylvia Soska)
    Seorang perempuan model yang memperoleh perlakuan tidak senonoh saat audisi sebuah pemotretan. Kalau sudah pernah menonton hentai yang aneh, pastinya ga bakal kaget dengan film ini.
  21. U = Utopia (sutradara Vincenzo Natali)
    Di tengah masyarakat yang berisi laki-laki ganteng dan perempuan cantik rupawan, seorang pria dieksekusi karena tidak menarik secara fisik. Biasa saja.
  22. V = Vacation (sutradara Jerome Sable)
    Dua orang pemuda bule sedang berlibur di Thailand. Yang satu berada di kamar bersama PSK. Yang satu lagi sedang video conference dengan sang pacar. Brutal dan vulgar! Yang mengganjal, karena sudut pandang penonton adalah kamera cellphone, maka ada beberapa shoot yang harus berkompromi dengan kenyamanan menikmati jalan cerita.
  23. W = Wish (sutradara Steven Kostanski)
    Dua orang anak lelaki yang masuk ke dalam dunia rekaan yang mirip dengan mainan yang mereka miliki. Suka dengan idenya! Di awal film, anak-anak tersebut ditampilkan dengan gaya homage terhadap iklan-iklan action figures tahun ‘80an, khususnya He-Man. Lalu, semua action figures beserta segenap lingkungannya dihidupkan lewat animasi stop-motion. Hebatnya, kehidupan action figures ini penuh peperangan brutal yang bersimbah darah yang tentu saja membuat 2 anak-anak laki tersebut shock.
  24. X = Xylophone (sutradara Julien Maury dan Alexandre Bustillo)
    Seorang babysitter yang merasa terganggu dengan permainan xylophone anak kecil yang sedang diasuhnya. Sebenarnya karya duo sutradara film “Inside” dan “Livide” tidak istimewa, namun eksekusinya yang gory memang membuat saya bergidik.
  25. Y = Youth (sutradara Soichi Umezawa)
    Seorang remaja putri berfantasi tentang kematian kedua orang tuanya yang kejam. INI HEBAT! Visualisasi imajinasi yang membelalakkan mata saya. Sadis. Keren.
  26. Z = Zygote (sutradara Chris Nash)
    Seorang perempuan hamil selama 13 tahun! Harus diacungi jempol untuk ide ceritanya yang liar! Bayangkan seorang ibu yang menyeret-nyeret anaknya ke seluruh penjuru rumah selama 13 tahun. Konklusinya yang berani lumayan sukses mengacak-acak pikiran saya.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s