Nightcrawler (2014)

Nightcrawler

“Our news is screaming woman running around the street with throat cut” — Nina Romina

Merinding. Itu satu kata yang pas untuk menggambarkan apa yang saya rasakan dari Lou Bloom (Jake Gyllenhaal). Karakter ini bisa saja membunuh orang hanya dengan tatapan anehnya yang seringkali membuat tidak nyaman. Namun di sisi lain, tatapannya ini menunjukkan ia adalah orang yang antusias dan intens.

Ini pun masih ditambah dengan rentetan kalimat yang dimuntahkan dari mulut Lou. Lugas, sistematik dan seringkali didesain untuk mematikan lawan bicara. Nightcrawler tidak menjelaskan latar belakang Lou. Yang pasti, ia gemar mempelajari segala hal lewat internet. Dia membuktikan bahwa dengan belajar tekun secara otodidak, semua hal yang menarik minatnya bisa dikuasai.

Lou Bloom adalah individu penyendiri yang perfeksionis dan juga gigih. Dia menghalalkan cara apapun selagi itu dapat membawanya menuju kesuksesan (secara finansial). Persetan dengan etika. Moral? Simpan saja di laci lemari.

Dilema utama yang dibahas Nightcrawler, apakah suatu peristiwa layak diberitakan atau disiarkan atas nama informasi bagi masyarakat, tanpa memperdulikan bagaimana caranya peristiwa itu diliput dan seperti apa situasi pada saat kejadian. Serta bisa diperdebatkan apakah para nightcrawler ini layak dikategorikan sebagai jurnalis? Atau mereka sekedar serigala lapar dan burung nasar yang mengerubungi bangkai?

Ada detail menarik dari sosok Lou Bloom. Ketika bekerja di malam hari, ia kerap memakai sunglasses. Ini selaras dengan tagline Nightcrawler yang berbunyi “The city shines brightest at night”. Nampaknya ia pun silau terhadap pesona kota LA di waktu malam.

Lepas dari semua itu, yang pasti peran Jake sebagai Lou Bloom memang akting terbaiknya sejauh ini. Buktinya saya sampai merasa perlu untuk menyaksikannya 2 kali di bioskop. Pujian juga harus dilontarkan kepada Rene Russo sebagai Nina Romina yang makin menua malah makin hot dan Riz Ahmed (Rick) sebagai bawahan Lou yang sering terlibat dalam kejadian seru yang dihiasi dialog-dialog ciamik sepanjang film.

Terakhir, jempol ke atas buat 2 orang di belakang layar. James Newton Howard sebagai komposer yang bertanggung jawab terhadap atmosfir Nightcrawler dan tentunya, sutradara+penulis skrip Dan Gilroy untuk film perdananya yang sukses secara kualitas. Yang saya suka dari Nightcrawler, sinematografinya yang banyak menyorot Los Angeles di waktu malam. Suasananya dapat banget. Shoot-shoot-nya tajam natural tanpa grainy.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s