Jupiter Ascending (2015)

Jupiter Ascending

Jupiter Ascending karya sutradara Andy dan Lana Wachowski, digadang-gadang sebagai sebuah space opera megah. Di satu sisi memang berhasil. Desain produksi yang wah, futuristik sekaligus klasik yang mampu menggambarkan kemewahan hidup para makhluk luar angkasa.

Tapi ya udah, hanya sampai di situ nilai positifnya. Ceritanya cenderung ngalor-ngidul. Rentetan isu mengantri untuk ditampilkan. Ditambah dengan banyaknya istilah-istilah yang berhamburan di film ini. Ingin terlihat ilmiah di mata penonton, namun jadinya malah membingungkan. Lalu banyak karakter berseliweran yang ga sempat tereksplorasi dengan baik.

Paling parah adalah tidak terasa chemistry antara Mila Kunis yang berperan sebagai Jupiter dan Channing Tatum (Caine Wise). Trus, karakter Caine yang merupakan persilangan antara DNA manusia dengan serigala, cuma keliatan tempelan (kuping elf-nya sangat menggelikan).

Memang sih, ada adegan favorit, yaitu cameo dari sutradara Terry Gilliam yang muncul pada adegan yang didekasikan mirip dengan filmnya, Brazil (1985).

Pada akhirnya Jupiter Ascending memang tipikal film-film Hollywood ber-budget raksasa. Hiruk-pikuk sekaligus mudah dilupakan. Senada dengan John Carter (2012) yang berkualitas hambar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s