Ida (2013)

Ida

Anna (Agata Trzebuchowska), seorang gadis remaja yang dibesarkan di sebuah panti asuhan, sedang mempersiapkan diri untuk menjadi seorang biarawati Katolik. Dia diberi waktu untuk menemui satu-satunya sanak saudara, yaitu kakak ibunya. Ketika bersua dengan sang bibi, Wanda Gruz (Agata Kulesza), langsung menginformasikan 2 hal yang mengagetkan Anna.

Nama aslinya Ida. Ida Lubenstein. Yang kedua, mereka adalah keluarga Yahudi. Hmmm… seorang (calon) biarawati Katolik berdarah Yahudi? Dari sinilah kisah bergulir yang mengantarkan perjalanan Ida bersama Wanda menelusuri keberadaan kedua orangtuanya yang tak ketahuan rimbanya saat Perang Dunia II.

Film garapan sutradara Pawel Pawlikowski ini terasa pahit dengan selipan humor getir. Temanya sekilas mengingatkan pada Senyap alias The Look of Silence (2014) karya Joshua Oppenheimer. Sama-sama menelusuri jejak keluarga yang hilang. Bedanya, Senyap murni dokumenter, sedangkan Ida fiksi yang berlatar belakang kejadian nyata.

Pawlikowski berujar bahwa ia mengalami kesulitan menemukan aktris yang cocok berperan sebagai Ida. Dia meminta tolong para koleganya untuk mencari kandidat yang potensial. Trzebuchowska ditemukan oleh sutradara Malgorzata Szumowska di sebuah kafe di Warsawa dan serta merta dibujuk untuk melakukan audisi peran.

Jadilah Trzebuchowska yang seorang pelajar dan belum punya pengalaman berakting, bermain di Ida yang merupakan film debutnya. Makin unik karena latar belakang Trzebuchowska yang seorang atheis, walaupun di film ini ia berperan sebagai (calon) biarawati Katolik berdarah Yahudi.

Yang paling menonjol dari Ida adalah film ini hitam putih berformat bujur sangkar (bukan rasio 16:9) yang setiap shoot-nya dikomposisi secara fotografis. Sejak awal, sinematografi Ida benar-benar memanjakan mata. Bagaikan sebundel foto di sebuah akun Instagram yang dirangkum menjadi satu cerita dalam gambar bergerak. Indah sekaligus puitis.

Pantaslah Ida menjadi wakil resmi Polandia di ajang Academy Awards 2015 dan berhasil menggondol piala Oscar untuk kategori Best Foreign Language Film.

*Ida diputar dalam rangkaian Europe on Screen 2015*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s